Minggu, 14 November 2010

Sakitnya Hati Namun Aku Rindu (Mempawah, Kalimantan Barat, 22 Maret 2010, By Faifson Siagian)


Cahayanya telah sirna namun biasnya tetap membekas dalam relung hati
Aku tetap terpuruk dalam rapuhnya jiwa
Hatiku,,, Jiwaku,,, pikiranku hancur luluh lanta
Begitu juga dengan tubuhku remuk lemah tak berdaya
Aku hanya bisa tertunduk diam renungkan semuanya
Sesekali air mata ini temani pahitnya hati yang tak kunjung hilang

Sedih jiwaku begitu terasa
Jasadku berada pada tempat yang tepat
Mengungkapkan dan menunjukan tentang apa yang dirasa hati dan jiwaku
Lingkungan dunia dimana aku tinggal ku sadari sama sekali tidak mengerti
Semua penuh dengan kemunafikan dan kebohongan
Ada yang marah, ada yang tertawa dan ada yang bersedih
Aku tak mengerti apa yang ada dibenak mereka
Lama jiwaku tenggelam dalam diam

Ku berdiri sepi tatap kosong ke awan gelap
Hembuskan nafas kencang tuk hilangkan lamunan sepi
Desah angin malam dendangkan suara nyanyian kesedihan hati
Ku berkata dalam hati, akan ku lupakan semua dan hentikan sandiwara cinta!

Sunyinya malam yang kian larut sunyi menambah kegelisahan
Sesak nafasku menahan luka hati
Nafas cinta… Nafas rindu… Nafas  terluka…

Keinginanku tinggi dan indah bagaikan bintag di langit hitam
Sinarnya dapat menerangi gelapnya malam ini
Selalu ku gapai hingga ku paksakan diri
Setengah terluka mengharap cintamu lagi
Aku terjatuh pada titik terendah
Semua telah sia-sia dan tak berarti

Aku cinta kamu… Aku sayang kamu…
Namun di hatimu tak ada lagi secuil cinta untukku
Aku rela… Biarlah…
Akan ku simpan dalam hati rasa ini

Aku akan selalu bernyanyi dan menari walau hati ini bersedih
Akan ku paksa tuk tetap tersenyum hingga pagi menyongsong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar