Aku hancur hingga tak sanggup lagi aku menatap jalanku
Tersandung kerikil-kerikil mimpi
Tersungkur di atas batu-batu harapan
Terkubur di dalam penantian
Aku mati ... Dan aku mati
Aku hanya bisa diam dan ratapi
Saat kusaksikan satu demi satu runtuh dari dalam hidupku
Kini aku hanya bagai seekor anjing yang menjilat luka pengemis
Aku yang tak punya arti
Bagiku … Bagimu … Bagi keluarga dan bagi Tuhan_ku
Aku hanya menunggu murkah dari Tuhan
Menghadapi penderitaan yang tidak pernah diderita manusia
Bola-bola api dari surga turun menghantam tubuhku
Pedang bermata dua menusuk lambungku
Aku mati … Dan aku mati …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar