Di kota kecil Negara Malaysia tepatnya di kota Kucing, hidup sebuah keluarga dengan keadaan ekonomi yang sangat pas-pasan. Keluarga tersebut tinggal di rumah kontrakan yang sangat kumuh di pinggiran kota dengan ukuran 3 X 4 meter. Si suami bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan si istri bekerja sebagai pencuci pakaian di rumah orang kaya di kota itu. Mereka dikaruniai dua orang anak, anak pertama adalah laki-laki, duduk di bangku kelas enam Sekolah Dasar (SD), sedangkan anak kedua adalah perempuan, masih balita.
Suatu hari si istri jatuh sakit, oleh karena keterbatasan biaya si istri hanya dirawat di rumah dengan pengobatan yang seadanya. Kehidupan keluarga tersebut semakin hari semakin memprihatinkan karena pendapatan keluarga telah berkurang karena si istri tidak bekerja lagi karena sakit. Keluarga tersebut makan seadanya saja. Untuk menopang perekonomian keluarga si anak lelaki itu turun ke jalan menjual asongan selepas pulang sekolah.
Cuaca pada siang itu sangatlah panas membuat anak lelaki itu lapar dan haus. Dia memutuskan uang hasil jualannya dibeli makanan dan minuman. Namun tiba-tiba dia teringat akan ibunya yang sangat membutuhkan uang tersebut tuk membeli obat. Anak laki-laki itupun mengurungkan niatnya. Diperjalanan pulang anak itu meminta makanan dan minuman pada rumah yang dia lewati. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda dan cantik membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air tuk menghilangkan rasa haus yang telah menyekik kerongkongannya. Wanita muda tersebut melihat dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas susu dan sepotong roti tawar. Akan tetapi anak itu tak berani mengambilnya, anak itu hanya diam dan menundukkan kepala. Wanita muda itu heran, lalu berkata : “ada apa denganmu adik? Ambilah, kamu pasti lapar dan haus.” Lalu anak lelaki itu menjawab : “saya tidak punya uang untuk membayar segelas susu dan sepotong roti itu. Adapun uang hasil jualan saya ini akan saya gunakan untuk beli obat ibu.” Kamu tidak perlu membayar apapun. Orang tua saya mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan, jawab wanita muda itu. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susu dan roti tawar tersebut dan berkata : "Dari dalam hatiku yang paling dalam, aku berterima kasih pada kakak, kiranya Tuhan memberkati kakak dan seisi rumah ini." Wanita muda itu menjawabnya dengan senyuman. Setelah selesai anak itu menghabiskan segelas dan sepotong roti tawar yang diberi wanita muda itu, dia pun pergi tuk pulang, namun tiba-tiba wanita muda itu memanggilnya, “adik, terimalah uang ini, gunakan tuk beli obat ibumu, semoga ibumu cepat sembuh.” Anak lelaki itupun memangambil uang tersebut dan pergi meninggalkan wanita itu.
20 tahun kemudian, wanita tersebut mengalami sakit yang sangat sangat langkah. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar yaitu Penang, dimana terdapat dokter spesialis yang masih muda dan kaya namun mampu menangani penyakit langka tersebut, dokter tersebut bernama Dr. Yohanes Elly. Dokter tersebut dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat dokter tersebut membaca nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata Dr. Yohanes Elly. Dokter tersebut teringat akan wanita muda yang pernah menolong dia. Segera dokter tersebut bergegas pergi menuju kamar si wanita tersebut menemui si wanita itu. Dokter tersebut langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Dokter tersebut kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Dr. Yohanes Elly selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan yang luar biasa, wanita itu sembuh total dan wanita itu dapat segera pulang. Dr. Yohanes Elly pergi ke bagian keuangan rumah sakit, dia meminta seluruh tagihan biaya pengobatan wanita itu. Dr. Yohanes Elly melihatnya dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan.
Oleh karena wanita itu merasa sudah sembuh dan pihak rumah sakit menyarankan dia tuk pulang maka wanita itu beres beres tuk segerah pulang tuk berkumpul bersama keluarganya kembali. Setelah selesai beres-beres wanita itu menuju bagian keuangan tuk membayar tagihan. Pegawai bagian keuangan memberikan amplop yang berisi tagihan. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa tagihannya sangatlah besar dan ia merasa tak akan mampu membayarnya. Akhirnya wanita itu memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok kanan atas lembar tagihan tersebut. Wanita itu membaca tulisan tersebut dalam hati :
"Telah Dibayar Lunas Dengan Segelas Susu Dan Sepotong Roti Tawar"
Tertanda,
Dr. Yohanes Elly
Air mata kebahagiaan membanjiri mata wanita itu. Lalu wanita itu berdoa dalam hati : "Tuhan, terima kasih bahwa cinta_Mu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia. Kiranya diberkatilah Dr. Yohanes Elly dan keluarganya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar